PANDEGLANG.- Bertempat di Agro Mina Wisata Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, SIGAP PGRI Pandeglang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Perkumpulan Boedak Saung, Senin (15/06/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) dan selaku Ketua PGRI Kabupaten Pandeglang, Sutoto menyambut baik kolaborasi antara PGRI dan Perkumpulan Boedak Saung. “Komitmen ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana,” katanya, Selasa, 16 Juni 2026.
Pada aturan yang baru ada Permendikdasmen (Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Menengah) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). “Yang salah satu poinnya mengatur aspek mitigasi bencana,” katanya.
Ketua Solidaritas Guru Tanggap Bencana (SIGAP) PGRI Pandeglang, Jaja Sunarja mengungkapkan, sebagai badan khusus di PGRI, SIGAP memang memiliki fokus pada penguatan kepedulian guru dalam bidang kebencanaan dan kemanusiaan. “Kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Perkumpulan Boedak Saung ini. Karena di SIGAP juga ada bidang kebencanaan, kemitraan dan relawan,” katanya.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana menuturkan, nota kesepahaman ini muncul karena adanya kesamaan pandangan dalam melihat bencana sebagai peristiwa yang perlu diantisipasi. “Salah satunya melalui mitigasi. Apalagi mengacu geografis Pandeglang sebagai supermarket bencana, maka MoU ini menjadi bagian penting dalam memberi edukasi bencana kepada pelajar sekolah,” katanya.
Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Baik bencana banjir, longsor, gempa bumi megatrust, tsunami, dan gunung meletus. “Karena kita tinggal daerah bencana dan waktunya bisa kapan saja terjadi. Maka edukasi kepada pelajar sangat penting sebagai upaya mitigasi dan mengurangi resiko bencana,” katanya.***